Wall Street Wait & See: Perak Tembus $61, The Fed Pangkas Bunga?

Investor menanti hasil FOMC saat Wall Street ditutup datar. Harga perak cetak rekor di $61/ons sementara saham AutoZone anjlok. Baca analisis lengkapnya

Wall Street Wait & See: Perak Tembus $61, The Fed Pangkas Bunga?

Jakarta, Gotrade News - Wall Street menutup sesi perdagangan Selasa dengan pergerakan yang bervariasi dan cenderung datar. Investor saat ini menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks Nasdaq Composite berhasil naik tipis 0,1% sementara Dow Jones Industrial Average justru terkoreksi sebesar 0,3%.


Keytakeaways

  • Wall Street ditutup variatif (mixed) karena investor menanti keputusan suku bunga The Fed.
  • Harga perak mencetak rekor tertinggi baru di atas $61 per ons di tengah pasar yang tenang.
  • UBS memprediksi pemangkasan suku bunga 25 basis poin akibat pasar tenaga kerja yang melunak.

Pasar mencermati data ekonomi terbaru sebagai petunjuk arah kebijakan bank sentral. Jumlah lowongan pekerjaan di AS meningkat menjadi 7,67 juta pada Oktober menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Data ini menjadi pertimbangan penting bagi The Fed dalam menentukan langkah suku bunga selanjutnya.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga tetap tinggi meskipun data tenaga kerja sedikit menguat. Brian Buetel dari UBS Wealth Management menyatakan bahwa The Fed kemungkinan besar akan memangkas bunga sebesar 25 basis poin. Ia menilai pelonggaran ini diperlukan mengingat ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan Harga Perak dan Pergerakan Saham Ritel

Aset komoditas justru menunjukkan performa yang jauh lebih agresif dibandingkan pasar saham. Harga perak melonjak lebih dari 4% dan menembus level $61 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kenaikan ini melanjutkan tren bullish yang telah membuat harga perak naik dua kali lipat sejak akhir 2024.

Namun, kenaikan harga yang terlalu cepat ini memicu kekhawatiran di kalangan pengamat pasar. Andrew Hecht, analis dari Seeking Alpha, memperingatkan bahwa semakin tinggi harga naik maka semakin besar pula risiko koreksi signifikan. Sifat kenaikan yang parabolik ini menuntut kehati-hatian ekstra dari para investor komoditas.

Di sektor ekuitas korporasi, beberapa saham ritel dan kesehatan mencatatkan pergerakan harga yang cukup kontras. Saham CVS Health Corporation berhasil ditutup menguat sebesar 2,2% pada perdagangan kemarin. Sebaliknya, saham AutoZone, Inc. justru mengalami tekanan jual hingga ditutup melemah 6,8%.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more