TTM Adalah (Trailing Twelve Months): Cara Baca & Bedanya dengan FY

Bingung arti TTM di aplikasi saham? TTM (Trailing Twelve Months) adalah data kinerja 12 bulan terakhir. Simak rumus dan kenapa TTM lebih akurat dari Annual Report

TTM Adalah (Trailing Twelve Months): Cara Baca & Bedanya dengan FY

Apakah kamu pernah melihat istilah TTM di laporan keuangan saham dan bertanya-tanya apa artinya? Trailing Twelve Months (TTM) adalah istilah keuangan yang menggambarkan kinerja perusahaan selama 12 bulan terakhir (4 kuartal ke belakang), tidak peduli bulan apa saat ini.

Dalam saham, TTM digunakan untuk melihat valuasi yang paling 'update' tanpa harus menunggu tutup buku akhir tahun

Melalui pendekatan ini, investor bisa melihat gambaran paling aktual dari pendapatan, laba bersih, hingga rasio keuangan yang mencerminkan kondisi bisnis selama 12 bulan terakhir. Simak pemaparan lengkap dari Gotrade di bawah ini.

Apa Itu Trailing Twelve Months (TTM)?

Trailing Twelve Months (TTM) adalah perhitungan data keuangan perusahaan selama 12 bulan terakhir yang dihitung mundur dari periode saat ini.

Menurut Investopedia, TTM memberikan gambaran real-time tentang performa bisnis, lebih relevan dibanding laporan tahunan yang bersifat historis.

TTM biasanya digunakan untuk menilai metrik seperti:

Dengan kata lain, TTM membantu investor menilai bagaimana tren keuangan berjalan dalam satu tahun terakhir, bukan hanya di tahun kalender tertentu.

Cara Menghitung TTM dari Laporan Keuangan

Perhitungan TTM bisa dilakukan dengan dua cara, tergantung data yang tersedia:

a. Jika perusahaan merilis laporan kuartalan (quarterly)

Tambahkan hasil dari empat kuartal terakhir:

TTM Revenue = Q1 + Q2 + Q3 + Q4

Contoh: Jika perusahaan melaporkan pendapatan per kuartal sebagai berikut:

  • Q1: $50 juta
  • Q2: $55 juta
  • Q3: $60 juta
  • Q4: $65 juta

Maka, TTM Revenue = 50 + 55 + 60 + 65 = $230 juta.

b. Jika data tahunan terakhir belum tersedia

Gunakan data tahunan terakhir ditambah hasil dari kuartal terbaru, lalu kurangi kuartal terlama tahun sebelumnya.

Contoh:

TTM = FY2023 + Q1 2024 – Q1 2023

Metode ini sering digunakan oleh analis untuk memperbarui valuasi tanpa menunggu laporan tahunan resmi dirilis.

Manfaat TTM bagi Investor

Memberikan Gambaran Keuangan Terkini

TTM menghapus lag waktu antara laporan tahunan, sehingga investor bisa memahami performa terbaru perusahaan.

Membantu Analisis Tren

Dengan membandingkan data TTM dari periode ke periode, investor dapat mengidentifikasi apakah pendapatan dan laba perusahaan sedang naik, stagnan, atau menurun.

Dasar Penilaian Valuasi Saham

Beberapa rasio valuasi populer seperti P/E (Price to Earnings) dan P/S (Price to Sales) sering dihitung menggunakan data TTM untuk hasil yang lebih akurat dan terkini.

Contoh: Jika harga saham saat ini adalah $100 dan EPS TTM perusahaan adalah $5, maka P/E (TTM) = 100 ÷ 5 = 20x. Ini artinya investor membayar 20 kali laba perusahaan berdasarkan performa 12 bulan terakhir.

Mendeteksi Perubahan Fundamental

Dengan melihat TTM, kamu bisa mendeteksi pergeseran tren keuangan lebih cepat, misalnya margin laba yang menurun atau peningkatan beban operasional.

TTM dalam Konteks Analisis Fundamental

Dalam analisis saham, TTM lebih disukai dibanding data tahunan karena mencerminkan kondisi terkini.

Melansir Corporate Finance Institute (CFI), banyak analis profesional menggunakan TTM untuk menghitung growth rate dan melakukan proyeksi karena data ini lebih mencerminkan momentum bisnis.

Contoh: Jika laba TTM naik 15% dibanding TTM sebelumnya, tren ini bisa menjadi indikasi pertumbuhan berkelanjutan, meski laporan tahunan belum dirilis.

Kelebihan dan Keterbatasan TTM

Kelebihan:

  • Memberikan pandangan paling mutakhir tentang performa keuangan.
  • Memudahkan perbandingan antar perusahaan di sektor yang sama.
  • Cocok untuk valuasi cepat dan pemantauan rutin.

Keterbatasan:

  • Tidak memperhitungkan musim atau siklus bisnis tahunan.
  • Angka bisa terdistorsi jika ada kejadian luar biasa, misalnya pandemi atau restrukturisasi besar.
  • Data TTM bisa berubah signifikan setelah laporan keuangan baru dirilis.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya bergantung pada TTM, tetapi juga mempertimbangkan tren jangka panjang dan faktor eksternal.

Kesimpulan

Trailing Twelve Months (TTM) adalah alat penting untuk menilai performa keuangan terkini perusahaan tanpa menunggu laporan tahunan berikutnya.

Dengan memahami cara menghitung dan menginterpretasikannya, investor dapat menilai valuasi dan pertumbuhan bisnis secara lebih akurat.

Makanya, penting untuk mencari dan membaca laporan keuangan hingga mengecek metriks TTM saham global secara berkala.

Setelah sudah mendapatkan informasinya, berarti kamu sudah siap untuk trading saham di aplikasi Gotrade. Langsung download dan trading di Gotrade sekarang, aplikasi yang memudahkanmu berinvestasi di saham-saham AS dengan akses transparan dan mudah digunakan.

FAQ

Apa itu TTM dalam laporan keuangan?

TTM atau Trailing Twelve Months menunjukkan data keuangan perusahaan selama 12 bulan terakhir untuk memberikan gambaran performa terkini.

Kenapa TTM penting dalam analisis saham?

Karena TTM mencerminkan kondisi terbaru perusahaan, bukan data tahunan yang sudah usang.

Apakah TTM bisa digunakan untuk semua rasio keuangan?

Ya, banyak rasio seperti P/E, P/S, dan ROE sering menggunakan data TTM agar hasil lebih akurat dan relevan.

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more