Santa Rally Terhenti: Kenapa Wall Street Memerah Jelang 2026?
S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi akibat volume tipis dan sinyal The Fed yang terbelah. Simak rotasi sektor penting sebelum pasar tutup tahun ini.
Jakarta, Gotrade News - Wall Street menutup perdagangan Selasa (30/12) dengan koreksi tipis di tengah volume transaksi yang minim menjelang pergantian tahun.
Penurunan ini menandakan jeda pada momentum kenaikan akhir tahun yang biasa disebut Santa Rally, memaksa investor mengevaluasi ulang posisi mereka menghadapi ketidakpastian kebijakan moneter di 2026.
Key Takeaways
- Indeks utama AS melemah tipis dengan S&P 500 turun 0,14% dan Nasdaq 100 turun 0,25%.
- Risalah pertemuan The Fed menunjukkan perpecahan pendapat pejabat bank sentral mengenai pemangkasan suku bunga lanjutan.
- Sektor energi mencatatkan kenaikan, kontras dengan sektor farmasi dan teknologi yang menjadi pemberat pasar.
Baca Juga: The Fed Terpecah, Ini Sinyal Suku Bunga AS Berikutnya
Pergerakan pasar kali ini dipengaruhi oleh likuidasi akhir tahun dan respons terhadap data ekonomi terbaru. SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) tercatat turun 0,14%, sementara Invesco QQQ Trust (QQQ) yang berisi saham-saham teknologi merosot 0,25%.
Koreksi ini diperparah oleh rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember yang bernada sedikit hawkish. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan masih terbelah mengenai apakah inflasi sudah cukup terkendali untuk membenarkan pemangkasan suku bunga yang agresif.
Menurut laporan dari TipRanks, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Januari mendatang kini turun menjadi sekitar 15%. Hal ini terjadi karena beberapa pejabat The Fed khawatir penurunan suku bunga saat inflasi masih di atas target 2% dapat disalahartikan sebagai komitmen yang melemah.
Selain faktor moneter, sentimen pasar juga terganggu oleh ketegangan politik antara pemerintah dan bank sentral. Komentar Presiden Trump yang menyiratkan ketidakpuasan terhadap kinerja Ketua The Fed, Jerome Powell, turut memicu volatilitas pada pasar obligasi dan ekuitas.
Dampaknya terlihat pada rotasi sektor, di mana saham-saham defensif dan komoditas menjadi pilihan di tengah ketidakpastian. Sektor energi memimpin kenaikan, didorong oleh performa Occidental Petroleum Corporation (OXY) yang naik lebih dari 2% dan Diamondback Energy, Inc. (FANG) yang menguat lebih dari 1%.
Sebaliknya, tekanan jual melanda sektor kesehatan dan teknologi yang sebelumnya sudah bervaluasi tinggi. Saham farmasi besar seperti Gilead Sciences, Inc. (GILD) dan Vertex Pharmaceuticals Incorporated (VRTX) ditutup melemah lebih dari 1% menjadi pemberat indeks.
Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat justru menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang solid. Indeks harga rumah S&P Case-Shiller mencatat kenaikan tahunan sebesar 1,3%, sementara aktivitas manufaktur di Chicago melonjak melampaui ekspektasi analis.
Meskipun data ekonomi positif, investor tampaknya lebih memilih sikap hati-hati (wait and see) hingga arah kebijakan 2026 menjadi lebih jelas. Citigroup Inc. (C) juga menjadi sorotan setelah mengumumkan potensi kerugian pasca pajak dari penjualan bisnisnya di Rusia, yang menekan harga sahamnya turun 0,82%.
Secara historis, periode akhir Desember sering kali membawa keuntungan bagi pasar saham, namun tahun ini investor dihadapkan pada realitas imbal hasil obligasi yang kembali naik. Dengan dua hari perdagangan tersisa di 2025, fokus pasar kini beralih sepenuhnya pada data klaim pengangguran yang akan dirilis Rabu besok.
Baca Juga: ETF Emas Melesat 200% di 2025, Tren Berlanjut?
Referensi:
- Barchart, Stocks Fall Slightly in Thin Holiday Trade. Diakses pada 31 Desember 2025
- TipRanks, Stock Market News Review: SPY, QQQ Tick Lower as Fed Minutes Suppress Rate Cut Odds. Diakses pada 31 Desember 2025
- AP News, Stocks slip on Wall Street as 2025 winds down. Diakses pada 31 Desember 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.