Sam Altman Klarifikasi: OpenAI Tak Minta Jaminan Pinjaman

CEO OpenAI Sam Altman membantah mencari jaminan pinjaman pemerintah untuk data center. Klarifikasi ini muncul setelah CFO membahas 'backstop' untuk biaya AI

Sam Altman Klarifikasi: OpenAI Tak Minta Jaminan Pinjaman

Jakarta, Gotrade News - Baru-baru ini, terjadi sedikit kehebohan seputar pendanaan OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT.

Semua bermula ketika CFO OpenAI, Sarah Friar, berbicara di sebuah acara Wall Street Journal. Menurut laporan TechCrunch, Friar menyatakan keinginannya agar pemerintah AS memberikan "backstop" atau jaminan atas pinjaman infrastruktur perusahaannya.

Istilah "backstop" ini penting. Ini adalah jaminan pemerintah, yang berarti jika perusahaan gagal bayar, pembayar pajak yang akan menanggung tagihannya. Friar menjelaskan bahwa jaminan semacam itu akan membuat pinjaman menjadi lebih murah.

Pernyataan ini segera memicu reaksi. David Sacks, pejabat AI Gedung Putih, dengan cepat merespons di X (sebelumnya Twitter). Ia menegaskan bahwa tidak akan ada bailout federal untuk AI, seperti dilaporkan TechCrunch.

Klarifikasi Sam Altman: Jaminan untuk Pabrik Chip, Bukan Data Center

Melihat situasi ini, CEO OpenAI Sam Altman segera memberikan klarifikasi melalui akun X miliknya.

Altman menegaskan bahwa OpenAI tidak memiliki atau menginginkan jaminan pemerintah untuk data center mereka. "Kami percaya bahwa pembayar pajak tidak seharusnya menyelamatkan perusahaan yang membuat keputusan bisnis yang buruk," tulisnya, menurut kutipan dari TechCrunch.

Ia meluruskan bahwa diskusi dengan pemerintah memang ada, tetapi fokusnya sangat berbeda. Seperti dilaporkan Reuters, diskusi itu adalah tentang kemungkinan jaminan pinjaman untuk mendukung pembangunan pabrik semikonduktor atau pabrik chip di AS.

Ini sejalan dengan upaya pemerintah AS untuk memperkuat rantai pasok chip domestik, bukan untuk mendanai data center swasta.

Mengapa Ini Penting? Beban $1.4 Triliun dan 'AI Bubble'

Kekisruhan soal pendanaan ini menyoroti satu hal yaitu besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan AI.

Menurut Reuters dan TechCrunch, OpenAI sedang mempersiapkan komitmen modal sekitar $1.4 triliun selama delapan tahun ke depan. Angka yang fantastis ini tentu menimbulkan pertanyaan, terutama di kalangan investor Wall Street yang khawatir akan adanya "AI bubble".

Banyak yang mempertanyakan apakah investasi ratusan miliar dolar di industri AI akan sepadan dengan hasilnya.

Menanggapi kekhawatiran ini, Altman mengambil sikap tegas. "Jika kami gagal dan tidak bisa memperbaikinya, kami seharusnya gagal," katanya kepada Reuters. Ini mengirimkan sinyal bahwa pasar, bukan pemerintah, yang akan menentukan kesuksesan mereka.

Strategi Baru OpenAI: Menjual 'AI Cloud' Langsung

Jika bukan dari jaminan pemerintah, bagaimana OpenAI akan mendanai semua ini?

Selain pendapatan yang diperkirakan mencapai $20 miliar per tahun, Altman mengindikasikan strategi baru. Dalam postingannya di X yang dilaporkan Reuters, OpenAI sedang menjajaki model bisnis baru untuk menjual kapasitas komputasi secara langsung.

Layanan yang ia sebut sebagai "AI cloud" ini akan memungkinkan perusahaan dan individu membeli kekuatan komputasi langsung dari OpenAI.

Langkah ini akan menempatkan OpenAI dalam persaingan langsung dengan beberapa mitra terbesarnya, termasuk Microsoft dan Alphabet (induk perusahaan Google). Ini adalah langkah besar untuk mendanai kesepakatan perangkat keras kritis mereka dengan pembuat chip seperti Nvidia dan AMD.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more