Saham Tesla Goyang, China Larang Pintu Elektrik Mulai 2027

Saham Tesla merespons aturan baru China yang mewajibkan pegangan pintu mekanis demi keselamatan. Pelajari dampaknya terhadap desain global dan tren investasi.

Saham Tesla Goyang, China Larang Pintu Elektrik Mulai 2027

Jakarta, Gotrade News - Pergerakan Tesla, Inc. menghadapi tekanan baru setelah regulator China mengumumkan rencana pelarangan pegangan pintu elektrik sepenuhnya mulai awal 2027.

Kebijakan ini memaksa produsen kendaraan listrik untuk mengubah desain futuristik menjadi mekanisme manual demi alasan keselamatan.

Pasar merespons kabar ini dengan penurunan harga saham Tesla sebesar 2 persen pada perdagangan Senin (29/12). Investor menimbang potensi biaya tambahan dari perubahan lini produksi di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.


Key Takeaways

  • China mewajibkan cadangan mekanis pada pintu mobil mulai 2027 pasca serangkaian insiden fatal.
  • Saham Tesla terkoreksi 2 persen meski kinerja tahun berjalan (YTD) masih mencatat kenaikan 21 persen.
  • Perubahan regulasi ini berpotensi mengubah standar desain manufaktur Tesla secara global demi efisiensi.

Menurut draf aturan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, kendaraan di bawah 3,5 ton wajib memiliki mekanisme pembuka pintu internal dan eksternal yang tetap berfungsi saat listrik mati.

Laporan dari Carscoops menyebutkan bahwa keputusan ini dipicu oleh pola kecelakaan fatal di mana penumpang terjebak karena pintu gagal dibuka usai tabrakan.

Dampak ke Desain Global dan Kinerja Pasar

Aturan ini berdampak langsung pada model populer seperti Tesla Model 3 dan Model Y yang menggunakan desain pegangan pintu flush atau tersembunyi. Meskipun desain ini diklaim meningkatkan aerodinamika, data menunjukkan penghematan energinya sangat kecil dibandingkan risiko keselamatan yang ditimbulkan.

Watcher Guru melaporkan bahwa selain tantangan regulasi di China, penjualan Tesla di Uni Eropa juga mengalami penurunan dalam beberapa kuartal terakhir.

Namun, posisi saham Tesla secara umum masih cukup kuat dengan kenaikan 21 persen sepanjang tahun ini dan diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari.

Pandangan analis Wall Street saat ini terpecah antara optimisme terhadap proyek Robotaxi dan kewaspadaan terhadap fundamental penjualan mobil listrik.

Morningstar tetap mempertahankan pandangan positif terkait kemajuan pengujian kendaraan otonom Tesla yang diharapkan meluncur luas pada 2026. Sebaliknya, Morgan Stanley baru-baru ini menurunkan peringkat Tesla menjadi Equal-weight, menandakan sikap yang lebih berhati-hati terhadap prospek jangka pendek perusahaan.

Mengingat posisi China sebagai eksportir mobil terbesar, perubahan aturan ini kemungkinan besar akan memaksa penyesuaian desain Tesla untuk pasar global demi efisiensi biaya produksi.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more