Saham Novo Nordisk Rebound: FDA Restui Pil Diet Murah

FDA resmi menyetujui pil penurun berat badan pertama di dunia. Simak dampak strategisnya terhadap pergerakan saham Novo Nordisk dan persaingan melawan Eli Lilly

Saham Novo Nordisk Rebound: FDA Restui Pil Diet Murah

Jakarta, Gotrade News - Regulator AS baru saja memberikan persetujuan untuk pil penurun berat badan harian pertama buatan Novo Nordisk A/S. Kabar ini langsung memicu sentimen positif yang mendorong saham Novo Nordisk naik sekitar 7 persen di perdagangan pra-pasar.


Key Takeaways

  • Persetujuan FDA memberi Novo keunggulan first-mover di pasar obat oral dibanding Eli Lilly.
  • Pil ini akan dijual mulai harga $149 per bulan, jauh di bawah biaya terapi injeksi.
  • Distribusi produk di Amerika Serikat dijadwalkan mulai awal Januari 2026.

Persetujuan ini dianggap sebagai katalis vital setelah saham perusahaan sempat terkoreksi hampir 50 persen sepanjang tahun ini. Finbold melaporkan bahwa validasi regulasi ini berpotensi mengubah narasi pasar terkait prospek pertumbuhan jangka panjang Novo.

Pil oral baru ini menawarkan solusi bagi pasien obesitas yang selama ini menghindari metode suntik mingguan. AP News mencatat bahwa obat ini menggunakan bahan aktif semaglutide yang sama dengan produk injeksi populer Wegovy.

Strategi penetapan harga $149 per bulan dinilai mampu memperluas jangkauan pasien secara signifikan di pasar Amerika Serikat. Langkah ini diprediksi akan menggenjot volume penjualan meskipun margin per pasien mungkin lebih kecil dibanding produk injeksi.

Kemenangan regulasi ini memberikan Novo keunggulan waktu yang sangat krusial dibandingkan kompetitor utamanya, Eli Lilly and Company. Saat ini, kandidat pil penurun berat badan dari Eli Lilly masih berada dalam tahap tinjauan FDA.

Data uji klinis menunjukkan pasien yang mengonsumsi pil Novo kehilangan rata-rata 13,6 persen berat badan dalam 15 bulan. Angka efektivitas ini hampir menyamai hasil yang didapat dari penggunaan versi suntiknya.

Namun, investor perlu memperhatikan bahwa konsumsi obat ini memiliki aturan ketat terkait kondisi perut kosong. Sebaliknya, obat oral yang sedang dikembangkan Eli Lilly diklaim tidak memiliki batasan konsumsi seketat itu.

Pasar kini menantikan realisasi distribusi pada Januari 2026 untuk mengukur tingkat adopsi nyata dari produk ini. Keberhasilan peluncuran awal akan menjadi faktor penentu apakah momentum kenaikan harga saham ini dapat bertahan.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more