S&P 500 Diprediksi Tembus 7.700, UBS: Bukan Sekadar Spekulasi

UBS memproyeksikan reli S&P 500 berlanjut hingga 2026 didorong pertumbuhan laba 10%. Simak perbedaan target dengan bank besar Wall Street lainnya di sini.

S&P 500 Diprediksi Tembus 7.700, UBS: Bukan Sekadar Spekulasi

Jakarta, Gotrade News - UBS baru saja merilis proyeksi optimistis bahwa kekuatan pasar saham AS akan berlanjut hingga 2026 dengan target S&P 500 di level 7.700. Kabar ini memberikan sinyal penting bagi investor bahwa reli saat ini didukung oleh kinerja fundamental perusahaan, bukan sekadar spekulasi pasar yang berlebihan.


Key Takeaways

  • UBS menargetkan S&P 500 mencapai 7.700 pada 2026, didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan sebesar 10%.
  • Pelonggaran kebijakan The Fed dan kejelasan regulasi perdagangan diharapkan menjadi katalis positif bagi aset risiko.
  • Wall Street terbelah; mayoritas bank besar optimis, namun Bank of America tetap waspada dengan target lebih rendah.

Dalam catatan investor tertanggal 22 Desember, raksasa perbankan Swiss ini menyebut pertumbuhan laba yang kuat, terutama di sektor teknologi, telah menopang harga saham. Hal ini menjaga fondasi pasar tetap utuh tanpa mendorong valuasi ke tingkat yang tidak berkelanjutan.

Menurut UBS, pertumbuhan laba perusahaan di seluruh indeks S&P 500 diperkirakan akan berekspansi sekitar 10 persen pada tahun 2026. Berdasarkan prospek tersebut, bank melihat ruang bagi indeks untuk naik menuju area 7.700 jika laba tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Bank tersebut juga mengantisipasi Federal Reserve akan terus melakukan pelonggaran kebijakan hingga awal 2026 seiring meredanya inflasi. Penurunan biaya pinjaman ini diharapkan dapat mendukung aset berisiko, ditambah dengan ekspektasi sikap kebijakan yang lebih akomodatif dari kepemimpinan The Fed yang baru.

Selain faktor moneter, UBS menyoroti bahwa kejelasan masalah perdagangan dan regulasi akan menjadi faktor pendukung. Kepastian hukum seputar otoritas tarif pada awal 2026 diprediksi dapat mengurangi ketidakpastian investor, meskipun dampak ekonomi langsungnya mungkin bersifat sementara.

Perbedaan Pandangan Wall Street

Di luar pandangan UBS, bank-bank besar Wall Street memiliki prediksi yang terbelah mengenai arah pasar pada 2026. Bank of America Corporation menjadi yang paling berhati-hati dengan memproyeksikan indeks berakhir di level 7.100 akibat tekanan valuasi dan risiko pelemahan konsumsi.

Sebaliknya, sebagian besar institusi lain melihat potensi kenaikan lanjutan yang didorong oleh investasi kecerdasan buatan (AI). JPMorgan Chase & Co. melihat S&P 500 mencapai 7.500, dengan potensi menembus 8.000 jika pemangkasan suku bunga terakselerasi.

Senada dengan optimisme tersebut, The Goldman Sachs Group, Inc. menargetkan level 7.600 untuk tahun mendatang. Sementara itu, Morgan Stanley memberikan perkiraan yang lebih tinggi lagi di angka 7.800, mencerminkan keyakinan kuat pada pertumbuhan pasar AS.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more