Pertumbuhan Kerja AS November Pulih Meski Pengangguran 4,6 Persen
Lapangan kerja AS tambah 64.000 posisi saat pengangguran naik teknis. Simak analisis dampak kebijakan The Fed dan inflasi bagi portofoliomu
Jakarta, Gotrade News - Pertumbuhan lapangan kerja AS kembali bangkit pada November 2025 dengan penambahan 64.000 posisi baru yang melampaui ekspektasi.
Key Takeaways
- Lapangan kerja AS bertambah 64.000 posisi pada November meski tingkat pengangguran naik teknis ke 4,6%.
- Kenaikan pengangguran dipengaruhi oleh gangguan data akibat shutdown pemerintah dan bukan murni pelemahan ekonomi.
- Pertumbuhan upah melambat ke 3,5% yang memberi sinyal beragam bagi inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed.
Angka ini muncul setelah penurunan tajam pada bulan sebelumnya akibat pemangkasan anggaran pemerintah yang memicu ketidakpastian ekonomi. Namun tingkat pengangguran justru menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir di angka 4,6%.

Lonjakan pengangguran ini perlu dilihat dengan hati-hati karena adanya perubahan metodologi survei akibat penutupan pemerintah. Biro Statistik Tenaga Kerja mengubah cara hitung setelah shutdown selama 43 hari mengganggu pengumpulan data rumah tangga.
Menurut laporan Reuters, tingkat pengangguran Oktober bahkan tidak dipublikasikan untuk pertama kalinya sejak tahun 1948.
Sektor swasta menunjukkan perbaikan yang merata meskipun ada dominasi kuat dari bidang layanan kesehatan. Berikut rincian pergerakan lapangan kerja berdasarkan sektor industri utama:
- Layanan kesehatan menambah 46.000 posisi baru di berbagai fasilitas medis.
- Sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan positif dengan 28.000 pekerjaan tambahan.
- Transportasi dan pergudangan justru kehilangan 18.000 tenaga kerja akibat penurunan permintaan kurir.

Dampak Kebijakan Ekonomi dan Suku Bunga
Stabilitas pertumbuhan lapangan kerja swasta menjadi sinyal kuat bagi The Fed untuk menahan siklus pemangkasan suku bunga. Michael Feroli yang merupakan kepala ekonom AS di JPMorgan Chase & Co. menilai kenaikan pengangguran sebenarnya hanya terjadi secara marjinal.
Pejabat The Fed sebelumnya telah memangkas suku bunga acuan ke kisaran 3,50% hingga 3,75% minggu lalu.
Perlambatan pasar tenaga kerja juga terlihat jelas dari pendinginan pertumbuhan upah yang hanya naik 3,5% secara tahunan. Gisela Young dari Citigroup Inc. menyebut pelemahan pasar tenaga kerja tetap menjadi risiko utama meski belanja konsumen cukup tangguh. Tren ini bisa membantu meredam inflasi namun berpotensi menekan daya beli masyarakat ke depannya.

Prospek Pasar dan Langkah Selanjutnya
Investor saham di Wall Street merespons data ekonomi yang beragam ini dengan perdagangan yang cenderung lebih rendah.
Ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump turut mempengaruhi sentimen pasar saat ini. Biro Statistik akan menerbitkan revisi data final pada Februari mendatang untuk memberikan gambaran yang lebih akurat.
Referensi:
- Reuters, US job growth snaps back in November; shutdown distorts unemployment rate. Diakses pada 17 Desember 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.