PepsiCo Pangkas Karyawan dan 20% Produk Demi Efisiensi
PepsiCo menyetujui desakan Elliott Management untuk efisiensi besar-besaran. Simak dampak pemangkasan produk dan karyawan terhadap saham PEP di sini.
Jakarta, Gotrade News - PepsiCo, Inc. berencana memangkas jumlah karyawan dan mengurangi 20% variasi produknya di Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah kesepakatan dengan investor aktivis Elliott Investment Management untuk memulihkan pertumbuhan perusahaan.
Tekanan dari Elliott muncul karena portofolio merek PepsiCo dianggap terlalu rumit dan membingungkan pasar. Seperti dilaporkan Bloomberg, Elliott menuntut efisiensi karena saham PepsiCo turun 4,2% sepanjang tahun ini.
Perusahaan telah menginstruksikan karyawan di beberapa kantor pusat untuk bekerja secara remote minggu ini. Kebijakan ini sering kali menjadi sinyal awal sebelum pengumuman pemutusan hubungan kerja resmi dilakukan.

Fokus Strategi pada Produk Inti
Manajemen akan fokus pada produk camilan asin terlaris dan menyederhanakan lini minuman yang kurang produktif. Menurut Marc Steinberg dari Elliott, rencana ini bertujuan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih besar.
Elliott juga menyarankan divestasi pada merek sereal tertentu seperti Quaker Oats dan Rice-A-Roni. Strategi ini diharapkan memperbaiki kinerja saham yang tertinggal jauh dari SPDR S&P 500 ETF Trust.
Posisi CFO kini diisi oleh Steve Schmitt, mantan eksekutif Walmart Inc., untuk memperkuat disiplin finansial. PepsiCo memproyeksikan pertumbuhan pendapatan organik sebesar 2% hingga 4% untuk tahun fiskal 2026 mendatang.
Referensi:
- Bloomberg, PepsiCo Plans Layoffs as It Looks to Wrap Up Elliott Talks. Diakses pada 9 Desember 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.