Oracle Anjlok ke $192: Diskon Besar atau Jebakan bagi Investor?

Saham Oracle turun tajam setelah kemitraan data center batal. Meski valuasi terlihat murah, analis peringatkan risiko volatilitas tinggi bagi investor ritel.

Oracle Anjlok ke $192: Diskon Besar atau Jebakan bagi Investor?

Jakarta, Gotrade News - Penurunan tajam saham Oracle baru-baru ini menyoroti kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja modal untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Sentimen negatif memuncak setelah mitra utama dikabarkan mundur dari rencana pendanaan proyek pembangunan pusat data baru.


Key Takeaways

  • Saham Oracle jatuh ke level $192 setelah Blue Owl Capital dilaporkan membatalkan dukungan pendanaan data center.
  • ETF berbasis momentum seperti QMOM mulai melepas kepemilikan, sementara investor nilai (value investor) mulai masuk.
  • Morningstar menilai harga wajar saham di $277, namun tetap menyarankan kehati-hatian karena risiko eksekusi tinggi.

Harga saham teknologi ini merosot jauh dari rekor tertingginya di $328 pada September lalu akibat keraguan pasar terhadap efisiensi modal. Investor mulai mempertanyakan risiko di balik pengeluaran masif perusahaan di tengah demam AI yang masih berlangsung.

Pergerakan Dana Besar

Data Morningstar menunjukkan beberapa ETF mulai melepas kepemilikan mereka seiring hilangnya momentum kenaikan harga yang sebelumnya kuat. Alpha Architect US Quantitative Momentum ETF (QMOM) tercatat telah menjual kepemilikan senilai lebih dari $5 juta karena perubahan tren teknikal.

Sebaliknya, WisdomTree US Quality Growth ETF justru memanfaatkan penurunan harga ini dengan membeli saham senilai $48 juta. Sementara itu, ETF raksasa seperti SPDR S&P 500 ETF Trust masih mempertahankan posisi jumbo senilai $3,6 miliar.

Valuasi vs Risiko

Analis Morningstar memperkirakan nilai wajar saham ini sebenarnya berada di angka $277 per lembar. Posisi harga saat ini secara teknis menunjukkan status undervalued atau berada cukup jauh di bawah harga wajarnya.

Namun, diskon harga tersebut tidak serta-merta menjadikannya peluang pembelian yang aman bagi semua profil investor. Ketidakpastian hasil akhir dari pembangunan infrastruktur data center menciptakan rentang risiko yang sangat lebar bagi pemegang saham.

Ryan Kirlin dari Alpha Architect menyebut situasi ini lebih spesifik pada masalah eksekusi perusahaan daripada tanda kegagalan sektor AI secara luas. Ia membandingkannya dengan Palantir Technologies Inc. yang justru masih diperdagangkan dengan valuasi penjualan sangat tinggi.

Masuk ke saham ini sekarang hanya disarankan bagi investor dengan toleransi risiko tinggi atau keyakinan kuat pada eksekusi AI jangka panjang. Volatilitas diprediksi masih akan tinggi selama belum ada kepastian baru mengenai pendanaan infrastruktur perusahaan.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more