Laporan Pendapatan QCOM Lampaui Prediksi, Bidik AI & Otomotif
Qualcomm (QCOM) laporkan pendapatan Q4 2025 lampaui ekspektasi. Kini, mereka menantang Nvidia & AMD di pasar AI data center dan otomotif
Jakarta, Gotrade News - Qualcomm (QCOM) baru saja merilis laporan pendapatan kuartal keempat (Q4) 2025 yang mengesankan. Perusahaan ini berhasil melampaui ekspektasi analis baik dari segi pendapatan maupun laba.
Namun, di balik angka-angka yang solid, ada strategi besar yang sedang dimainkan Qualcomm untuk masa depannya. Mari kita bedah apa yang terjadi dan mengapa ini penting untuk kamu perhatikan.
Kinerja Solid Q4 Lampaui Prediksi Analis
Menurut laporan pendapatan, Qualcomm mencatatkan pendapatan $11.27 miliar dengan laba per saham (EPS) $3.00. Angka ini melampaui konsensus analis yang memperkirakan pendapatan $10.77 miliar dan EPS $2.88, menurut data Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance.
Kinerja kuat ini didorong oleh segmen QCT (Qualcomm CDMA Technologies) yang mencakup smartphone, IoT, dan otomotif. CEO Cristiano Amon, dalam laporan Seeking Alpha, menyebutkan bahwa pendapatan QCT $9.8 miliar didorong oleh permintaan kuat untuk handset Android premium yang ditenagai Snapdragon.
Hebatnya lagi, divisi otomotif mereka mencetak rekor pendapatan kuartalan baru di atas $1 miliar, seperti yang dicatat dalam laporan panggilan pendapatan perusahaan di Seeking Alpha.
Qualcomm juga memberikan panduan (guidance) yang optimis untuk kuartal pertama 2026. Perusahaan memproyeksikan pendapatan antara $11.8 miliar hingga $12.6 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis $11.59 miliar (menurut Yahoo Finance).
Diversifikasi Agresif: Dari Otomotif Hingga IoT
Qualcomm tidak hanya berpuas diri dengan bisnis smartphone mereka. Perusahaan ini secara agresif melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko di masa depan.
Salah satu risiko terbesar adalah potensi kehilangan Apple (AAPL) sebagai pelanggan utama. Yahoo Finance melaporkan bahwa Apple terus berupaya menggunakan chip buatan mereka sendiri di seluruh lini iPhone.
Untuk mengatasi ini, Qualcomm fokus pada dua area pertumbuhan baru yang masif yaitu otomotif dan Internet of Things (IoT), serta memperluas kolaborasi dengan Google (GOOGL) di berbagai platform (dilaporkan oleh Seeking Alpha).
Perusahaan menegaskan kembali target pendapatan $22 miliar pada tahun fiskal 2029 dari gabungan segmen otomotif dan IoT. CFO Akash Palkhiwala juga mencatat bahwa perusahaan menghasilkan rekor arus kas bebas $12.8 miliar dan mengembalikan hampir 100% nilainya kepada pemegang saham, menurut Seeking Alpha.
Menantang Raksasa AI: Nvidia dan AMD
Langkah paling berani Qualcomm adalah ekspansi ke pasar data center AI. Ini adalah pasar yang sangat menguntungkan namun saat ini didominasi oleh raksasa teknologi lain.
Pekan lalu, Qualcomm mengumumkan chip data center baru mereka, AI200 dan AI250, seperti yang dilaporkan Yahoo Finance. Langkah ini menempatkan mereka dalam persaingan langsung melawan Nvidia (NVDA) dan Advanced Micro Devices (AMD).
Ini adalah pertaruhan besar. Seperti yang dicatat Yahoo Finance, saham Qualcomm hanya naik 9% selama setahun terakhir. Bandingkan dengan Nvidia (NVDA) yang naik 44%, AMD (AMD) yang meroket 82%, dan bahkan Intel (INTC) yang naik 64%.
Qualcomm bertaruh bahwa arsitektur mereka yang fokus pada efisiensi daya dapat merebut pangsa pasar. CEO Cristiano Amon bahkan menyatakan bahwa kesuksesan di area ini dapat menjadi "peluang pendapatan multi-miliar dolar" hanya dalam beberapa tahun, menurut kutipan di Seeking Alpha.
Berkat momentum ini, Qualcomm mempercepat target pendapatan data center mereka. Kini pendapatan diharapkan akan dimulai pada tahun fiskal 2027, setahun lebih cepat dari rencana semula.
Laporan pendapatan Q4 ini menunjukkan bahwa bisnis inti Qualcomm masih sangat kuat. Namun, yang lebih penting bagi kamu sebagai investor adalah melihat bagaimana mereka menggunakan kekuatan itu untuk berekspansi secara agresif ke arena baru yang sangat kompetitif.
Referensi:
- Yahoo Finance, Qualcomm beats on Q4 estimates, offers upbeat forecast. Diakses pada 6 November 2025
- Seeking Alpha, Qualcomm outlines $22B fiscal 2029 automotive and IoT revenue target as data center ramp accelerates. Diakses pada 6 November 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.