Laporan Keuangan Nvidia Q3 2025 dan Prediksi Gerak Sahamnya
Trader opsi prediksi pergerakan besar saham Nvidia jelang rilis laporan keuangan Q3. Simak analisis lengkap, risiko, dan target harga dari para ahli di sini.
Jakarta, Gotrade News - Minggu ini adalah momen yang sangat dinanti oleh para investor teknologi di seluruh dunia. Nvidia (NVDA) dijadwalkan akan merilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3) tahun fiskal 2025 pada hari Rabu, 19 November, setelah penutupan pasar.
Menjelang pengumuman besar ini, saham sang raksasa kecerdasan buatan atau AI ini sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, data menunjukkan bahwa optimisme pasar masih sangat tinggi.
Bagi kamu yang memegang saham teknologi atau sedang memantau pergerakan pasar, memahami dinamika ini sangatlah penting. Mari kita bedah apa yang diharapkan oleh pasar dan para ahli strategi, serta bagaimana hal ini bisa memengaruhi portofolio investasi kamu.
Sinyal dari Trader Opsi dan Ekspektasi Pasar
Pasar derivatif sering kali memberikan petunjuk awal mengenai ke mana arah harga saham akan bergerak. Menurut data dari Barchart, para trader opsi tampaknya menganggap penurunan harga saham Nvidia belakangan ini hanya bersifat sementara.
Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga yang tersirat atau implied move hingga akhir minggu ini mencapai sekitar 6,78% hingga 7%.
Artinya, pasar bersiap menghadapi volatilitas di mana harga saham bisa naik mendekati level $192 atau justru turun ke level $174. Namun, sentimen positif lebih mendominasi. Hal ini terlihat dari rasio put-to-call yang berada jauh di bawah 1 kali.
Sebagai informasi, rasio put-to-call adalah indikator yang membandingkan volume opsi jual (put) dengan opsi beli (call), di mana angka yang rendah menandakan bahwa lebih banyak trader yang bertaruh harga akan naik.

Lebih jauh lagi, kontrak opsi jangka panjang yang berakhir pada akhir Februari menunjukkan potensi kenaikan hingga ke level $210, atau sekitar 17% dari level saat ini.
Namun, kamu perlu tetap waspada. Seperti yang dilaporkan oleh Investopedia, dalam beberapa kuartal terakhir, laporan keuangan Nvidia sering kali menjadi ajang sell-the-news.
Ini adalah fenomena ketika harga saham justru turun setelah berita positif dirilis karena investor memilih untuk mengambil keuntungan jangka pendek.
Faktanya, dalam tiga dari empat kuartal terakhir, saham Nvidia menutup pekan lebih rendah daripada level sebelum rilis laporan keuangan, meskipun mereka mencatatkan hasil yang memecahkan rekor.
Pandangan Analis: Antara Optimisme dan Kompetisi
Ekspektasi terhadap kinerja fundamental Nvidia sangatlah tinggi. Konsensus pasar memperkirakan laba per saham (EPS) akan berada di kisaran $1,18 hingga $1,26. Menurut estimasi yang dikumpulkan oleh Visible Alpha sebagaimana dikutip Investopedia, pendapatan Nvidia diproyeksikan melonjak hampir 60% secara tahunan (YoY) menjadi $55,4 miliar.
Angka prediksi tidak resmi atau whisper numbers bahkan lebih tinggi lagi, dengan beberapa analis mengharapkan Nvidia tidak hanya mengalahkan estimasi tetapi juga menaikkan panduan kinerja tahunannya.
Dan Ives, analis senior dari Wedbush, sangat optimis terhadap prospek ini. Dalam wawancaranya dengan CNBC yang dilansir oleh Barchart, Ives menepis kekhawatiran tentang gelembung AI. Ia menegaskan bahwa permintaan terhadap chip Nvidia saat ini 12 kali lipat lebih besar daripada pasokannya.
"Kita baru berada di babak ketiga dari keseluruhan permainan ini, dan itulah sebabnya ini adalah titik infleksi," ujar Ives. Ia mempertahankan peringkat "Outperform" untuk Nvidia dengan target harga $210.
Sementara itu, Gene Munster dari Deepwater menambahkan bahwa pesaing yang mampu merancang chip yang lebih baik daripada Nvidia "bahkan belum masuk dalam hitungan" setidaknya untuk enam kuartal ke depan.
Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Hasil kinerja dari rival terdekat seperti Advanced Micro Devices, Inc. menunjukkan bahwa investor mungkin menjadi lebih sulit untuk dipuaskan pada musim laporan keuangan kali ini. Nvidia menghadapi standar keberhasilan yang semakin tinggi untuk bisa memukau Wall Street.
Konsensus Wall Street Menuju 2026
Terlepas dari fluktuasi jangka pendek yang mungkin terjadi minggu ini, pandangan jangka panjang Wall Street terhadap Nvidia tetap sangat bullish atau optimis.
Berdasarkan data yang dihimpun Barchart, konsensus peringkat analis saat ini berada di posisi "Strong Buy" atau Sangat Beli. Target harga rata-rata para analis berada di angka $238, yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 30% dari harga penutupan hari Senin kemarin.

Dari 13 analis yang datanya dikompilasi oleh Visible Alpha, hampir semuanya memberikan rekomendasi beli. Ini menunjukkan keyakinan bahwa dominasi Nvidia dalam infrastruktur AI masih jauh dari kata usai.
Bagi kamu investor jangka panjang, volatilitas pasca-laporan keuangan bisa dilihat sebagai kebisingan pasar biasa atau justru peluang untuk menambah posisi jika harga terkoreksi, asalkan tesis investasi jangka panjang perusahaan tetap utuh.
Referensi:
- Barchart, Here Is What Options Traders Expect for NVDA Stock After Nvidia Reports Q3 Results This Week. Diakses pada 18 November 2025
- Investopedia, Here's How Much Traders Expect Nvidia Stock To Move After Wednesday's Earnings. Diakses pada 18 November 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.