Lambda Raih Rp23 Triliun untuk Misi Satu Orang Satu GPU

Lambda amankan pendanaan Seri E $1,5 miliar dari TWG Global. Siap IPO 2026 dengan dukungan Nvidia dan Microsoft demi visi infrastruktur AI masa depan.

Lambda Raih Rp23 Triliun untuk Misi Satu Orang Satu GPU

Jakarta, Gotrade News - Dunia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali dikejutkan dengan angka pendanaan yang fantastis. Kali ini giliran Lambda, sebuah perusahaan penyedia infrastruktur cloud khusus AI, yang menjadi sorotan utama.

Mereka baru saja mengamankan dana segar yang sangat besar untuk mewujudkan visi masa depan komputasi yang ambisius. Bagi kamu yang mengikuti perkembangan teknologi dan investasi, langkah ini menandakan bahwa perlombaan infrastruktur AI masih jauh dari kata selesai.

Ambisi Besar Lambda dan Suntikan Dana Jumbo

Lambda baru saja mengumumkan keberhasilan mereka menggalang dana Seri E sebesar $1,5 miliar atau sekitar Rp23,8 triliun. Seri E adalah tahapan pendanaan lanjutan bagi startup yang sudah mapan untuk ekspansi pasar secara agresif.

Menurut laporan dari TechCrunch, putaran pendanaan ini dipimpin oleh TWG Global, sebuah firma investasi yang digawangi oleh miliarder Thomas Tull dan Mark Walter.

Dana raksasa ini bukan tanpa tujuan. Stephen Balaban selaku CEO Lambda menjelaskan visinya yang cukup berani dalam laporannya kepada Seeking Alpha. Ia ingin membuat daya komputasi atau compute menjadi sesuatu yang ada di mana-mana layaknya listrik.

Misi utamanya adalah menghadirkan kekuatan AI ke setiap orang dengan jargon "Satu orang, satu GPU". GPU atau Graphics Processing Unit adalah otak chip komputer yang sangat penting untuk memproses data AI.

Thomas Tull dari TWG Global menambahkan dalam wawancaranya dengan Seeking Alpha bahwa menghasilkan daya komputasi yang cukup untuk AI adalah tantangan infrastruktur terbesar di zaman kita.

Lambda percaya diri bahwa mereka berada di posisi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Ini menunjukkan bahwa fokus industri kini bergeser dari sekadar membuat model AI menjadi membangun "pabrik" yang menjalankannya.

Persaingan Sengit di Ranah Cloud dan Dukungan Raksasa

Langkah Lambda ini semakin memanaskan persaingan penyedia data center. TechCrunch mencatat bahwa Lambda adalah pesaing langsung CoreWeave, perusahaan lain yang juga bergerak di bidang infrastruktur AI.

Menariknya, Lambda tidak berjuang sendirian. Mereka mendapatkan dukungan penuh dari pemain utama industri ini.

Salah satu dukungan terbesar datang dari Microsoft Corporation. Awal bulan ini Lambda mengumumkan kesepakatan miliaran dolar untuk menyuplai infrastruktur AI bagi Microsoft.

Hubungan ini unik karena Microsoft sebelumnya juga merupakan pelanggan terbesar CoreWeave. Namun kini Lambda masuk ke dalam rantai pasok raksasa teknologi tersebut dengan menyediakan puluhan ribu GPU.

Selain Microsoft, NVIDIA Corporation memegang peran yang sangat vital dalam ekosistem Lambda. Seperti yang dilaporkan Seeking Alpha, Nvidia bukan hanya investor dan penyuplai chip bagi Lambda, tetapi juga merupakan klien mereka.

Hubungan timbal balik ini menciptakan posisi strategis yang kuat bagi Lambda. Sementara itu TWG Global selaku investor utama juga memiliki portofolio investasi di bidang AI lainnya, termasuk kemitraan dengan Palantir Technologies Inc. untuk menjual agen AI ke perusahaan besar.

Pertanyaan terbesar bagi investor ritel seperti kamu adalah kapan perusahaan ini akan melantai di bursa saham. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Seeking Alpha, Lambda dilaporkan sedang bersiap untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada tahun 2026 mendatang.

Sebelum putaran pendanaan ini, valuasi Lambda diperkirakan berada di angka $2,5 miliar pada Februari lalu menurut data PitchBook yang dikutip TechCrunch. Dengan masuknya dana $1,5 miliar ini, valuasi perusahaan tentu diprediksi melonjak tajam, meskipun Lambda menolak berkomentar mengenai angka pastinya.

Bagi kamu, ini adalah sinyal bahwa sektor infrastruktur AI masih menjadi primadona bagi para pemodal ventura dan investor institusi.

Kebutuhan akan "pabrik AI" yang digagas Lambda menunjukkan bahwa permintaan akan pemrosesan data masih akan terus tumbuh dalam dekade mendatang.

Langkah menuju IPO di tahun 2026 akan menjadi momen pembuktian apakah visi "satu orang satu GPU" ini benar-benar bisa menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more