Krisis Tenaga Kerja AS, Walmart dan Lowe's Latih Ribuan Teknisi
Kekurangan teknisi di AS membuat gaji melonjak. Walmart dan Lowe's luncurkan program pelatihan besar-besaran untuk atasi krisis tenaga kerja ini
Jakarta, Gotrade News - Walmart kini menghadapi krisis kekurangan tenaga ahli teknis di Amerika Serikat yang semakin mendesak. Perusahaan ritel raksasa ini meluncurkan program pelatihan internal untuk mencetak teknisi pemeliharaan dan listrik sendiri.
Keytakeaways
- Kekurangan tenaga ahli teknis memaksa perusahaan besar membuat program pelatihan mandiri.
- Gaji pekerja teknis melonjak tajam karena tingginya permintaan dan minimnya suplai tenaga kerja.
- Profesi manual seperti teknisi terbukti sulit digantikan oleh kecerdasan buatan atau otomatisasi.
Banyak pekerja ahli yang pensiun dan perlambatan imigrasi menjadi penyebab utama kelangkaan tenaga kerja ini. Menurut analis, kebijakan deportasi yang agresif turut memperparah kondisi pasar tenaga kerja di sektor teknis.
Krisis Tenaga Kerja dan Dampak Finansial
Celah antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja terampil diprediksi akan semakin melebar dalam satu dekade ke depan.
- Laporan McKinsey memprediksi ada 20 lowongan untuk setiap satu pekerja baru hingga tahun 2032.
- Tingginya perputaran tenaga kerja ini dapat merugikan perusahaan hingga $5,3 miliar setiap tahunnya.
Situasi ini justru menjadi peluang emas bagi pekerja untuk meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. Seperti dilaporkan ABC News, Liz Cardenas berhasil menggandakan gajinya menjadi $43,50 per jam setelah mengikuti pelatihan.
Solusi Korporasi dan Masa Depan Pekerjaan
Perusahaan besar mulai berinvestasi besar-besaran untuk mengatasi masalah operasional yang mahal akibat kekurangan teknisi di lapangan.
- Walmart Inc. menargetkan melatih 4.000 pekerja melalui program barunya hingga tahun 2030 mendatang.
- Lowe's Companies, Inc. telah menginvestasikan $43 juta ke berbagai organisasi pelatihan teknis sejak tahun 2023.
Marvin Ellison selaku CEO Lowe's menegaskan bahwa teknologi canggih tidak bisa menggantikan peran krusial para pekerja teknis. R.J. Zanes dari Walmart menambahkan bahwa kerusakan sistem pendingin di satu toko bisa merugikan hingga $400.000.
Referensi:
- ABC News, Walmart and other US companies want to build a pipeline of skilled tradespeople. Diakses pada 22 Desember 2025
- Fortune, A Walmart employee nearly doubled her pay after entering its pipeline for skilled tradespeople. ‘I was able to move out of my parents’ house’. Diakses pada 22 Desember 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.