ETF Emas Melesat 200% di 2025, Tren Berlanjut?
ETF penambang emas dan perak mendominasi pasar 2025 dengan kenaikan hingga 200%. Simak faktor geopolitik pemicu dan prospeknya di 2026.
Jakarta, Gotrade News - ETF yang melacak perusahaan penambang emas dan perak resmi menjadi juara kinerja pasar sepanjang tahun 2025. Dominasi ini didorong oleh ketidakpastian global yang memaksa investor mencari aset lindung nilai secara agresif.
Key Takeaways
- ETF penambang perak mencatat kenaikan tertinggi hingga 200% pada tahun ini.
- Harga emas spot menyentuh level $4.500 per ons akibat konflik geopolitik berkepanjangan.
- Tren ini diprediksi berlanjut ke 2026 karena absennya tanda-tanda perdamaian global.
Data Morningstar Direct menunjukkan lima dana terbaik tahun ini didominasi oleh sektor tambang logam mulia. iShares MSCI Global Silver and Metals Miners ETF (SLVP) memimpin dengan kenaikan 200% per 21 Desember.
Posisi berikutnya diisi oleh Amplify Junior Silver Miners ETF (SILJ) yang tumbuh sebesar 186%. Kinerja ini menegaskan bahwa saat sektor tambang reli, kenaikannya bisa sangat signifikan dibanding aset lain.
Dan Sotiroff, analis senior Morningstar, menyebut emiten tambang ini sebagai "permainan pengungkit" terhadap harga emas. Kamu tidak hanya berinvestasi pada emasnya, tetapi juga pada bisnis ekstraksinya yang sangat sensitif terhadap harga.
Harga komoditas fisik sendiri memang sedang berada di puncak sejarahnya tahun ini. Emas diperdagangkan di dekat level $4.500 dan perak mencapai $70 per ons pada akhir Desember.
Faktor Geopolitik Jadi Kunci
Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan fundamental yang kuat dan mengkhawatirkan. Perang di Ukraina yang memasuki tahun keempat serta konflik AS-Venezuela menjadi pemicu utama ketakutan pasar.
Tekanan ini diperparah oleh inflasi yang persisten dan kebijakan tarif dagang baru. Bank sentral di seluruh dunia merespons dengan memborong emas dalam jumlah yang mencetak rekor sejarah.
Strategi komoditas dari Invesco Ltd., Kathy Kriskey, menyoroti bahwa perdamaian justru bisa menjadi sentimen negatif bagi komoditas. Namun, ia menilai kondisi damai tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Alasan mendasar investor memegang emas diprediksi masih akan tetap relevan di tahun 2026. Selama ketegangan global bertahan, tren positif untuk sektor ini kemungkinan besar belum akan berakhir.
Referensi:
- The Daily Upside, Best-Performing ETFs of 2025 Were Digging for Silver and Gold. Diakses pada 30 Desember 2025
- Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.