Ekonomi AS Tumbuh 4,3%, Tertinggi dalam 2 Tahun

Data GDP terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh di luar dugaan. Namun, angka pengangguran dan penurunan investasi bisnis memberi sinyal berbeda bagi investor.

Ekonomi AS Tumbuh 4,3%, Tertinggi dalam 2 Tahun

Jakarta, Gotrade News - Ekonomi Amerika Serikat baru saja mencatatkan pertumbuhan mengejutkan sebesar 4,3 persen pada kuartal ketiga 2025. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar dan menjadi indikator krusial di tengah kekhawatiran perlambatan global.


Key Takeaways

  • PDB AS tumbuh 4,3 persen secara tahunan, mengalahkan prediksi analis sebesar 3,2 persen.
  • Pertumbuhan didorong oleh belanja konsumen dan penurunan impor akibat tarif dagang.
  • Pasar tenaga kerja justru melemah dengan tingkat pengangguran menyentuh level tertinggi sejak 2021.

Laporan yang sempat tertunda akibat shutdown pemerintah ini menunjukkan laju ekspansi tercepat dalam dua tahun terakhir. Momentum ini menepis anggapan bahwa ekonomi AS sedang menuju stagnasi dalam waktu dekat.

Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) merilis data estimasi awal ini pada hari Selasa (23/12/2025).

Kenaikan signifikan ini utamanya didorong oleh belanja konsumen yang tetap solid serta penurunan volume impor barang asing. Penurunan impor ini kemungkinan besar dipicu oleh kebijakan tarif yang diterapkan awal tahun ini.

Departemen Perdagangan AS menyebut bahwa belanja konsumen menyumbang sekitar dua pertiga dari total aktivitas ekonomi.

Namun, kilap angka pertumbuhan ini dibayangi oleh pelemahan nyata di sektor tenaga kerja yang mulai melambat. Tingkat pengangguran tercatat naik menjadi 4,6 persen pada November, level tertinggi sejak tahun 2021.

Di sisi lain, investasi bisnis pada struktur non-perumahan justru mengalami kontraksi tajam sebesar 6,3 persen. Data ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus belanja modal perusahaan.

Ekonom Capital Economics mencatat bahwa penurunan ini bisa menjadi tanda ledakan investasi infrastruktur AI mulai melambat.

Meskipun ada sinyal campuran dari data ekonomi makro, pasar saham merespons laporan ini dengan optimisme. Indeks utama berhasil menyentuh rekor tertinggi baru pada penutupan perdagangan Selasa.

Hal ini tecermin pada pergerakan SPDR S&P 500 ETF Trust yang mencatatkan kenaikan moderat di tengah volume perdagangan liburan.

Kondisi ini menempatkan The Fed dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan target inflasi dengan mandat menjaga lapangan kerja. Investor perlu waspada apakah tren belanja konsumen ini dapat bertahan di tengah sentimen publik yang menurun.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more