Ekonomi AS Ngegas 4,3%, Harapan Cut Rate Januari Pupus?

Pertumbuhan ekonomi AS Q3 tembus 4,3%, jauh di atas prediksi. Simak mengapa data positif ini justru bisa membatalkan rencana pemangkasan suku bunga The Fed.

Ekonomi AS Ngegas 4,3%, Harapan Cut Rate Januari Pupus?

Jakarta, Gotrade News - Perekonomian Amerika Serikat baru saja mencatat ekspansi terkuatnya dalam dua tahun terakhir dengan pertumbuhan 4,3 persen secara tahunan di kuartal ketiga.

Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan angka ini jauh melampaui prediksi para ekonom yang sebelumnya hanya menargetkan pertumbuhan di level 3 persen.


Key Takeaways

  • PDB AS tumbuh 4,3% di Q3, didorong oleh belanja konsumen yang kuat meski ada tekanan inflasi.
  • Inflasi PCE naik ke 2,8%, memicu kekhawatiran The Fed mungkin batal memangkas bunga di Januari.
  • Pemulihan ekonomi bersifat "K-shaped", diuntungkan oleh belanja kelompok kaya dan investasi AI.

Kenaikan ini dimotori oleh belanja konsumen yang menyumbang sekitar 70 persen aktivitas ekonomi AS, naik signifikan dibanding kuartal sebelumnya.

Sentimen belanja yang kuat ini relevan bagi kamu yang memantau saham sektor ritel dan konsumer seperti Amazon.

Namun, pertumbuhan ekonomi yang terlalu "panas" ini justru membawa dilema baru bagi kebijakan suku bunga The Fed ke depannya.

Data menunjukkan indikator inflasi favorit The Fed, yakni PCE, justru naik ke level 2,8 persen pada kuartal lalu.

Kondisi ini membuat peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Januari menjadi semakin kecil karena risiko inflasi yang kembali mengintip.

Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management mengingatkan bahwa inflasi bisa kembali menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi jika pertumbuhan terus secepat ini.

Fenomena ini juga disebut sebagai pemulihan "berbentuk K", di mana belanja didominasi oleh kelompok kaya yang diuntungkan oleh kenaikan aset pasar modal.

Hal ini tercermin dari performa indeks pasar saham utama yang diwakili oleh SPDR S&P 500 ETF Trust yang terus terjaga.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) juga menjadi pilar utama lonjakan angka PDB kali ini.

Investasi pada properti intelektual yang mencakup pengembangan AI tercatat tumbuh positif, menguntungkan pemain besar seperti Alphabet.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more