Detik-detik Penangkapan Presiden Venezuela Maduro: Operasi Absolute Resolve

Operasi Absolute Resolve lumpuhkan Caracas dengan pemadaman listrik. Simak detail penyergapan kilat Maduro di istana kepresidenan oleh militer AS

Detik-detik Penangkapan Presiden Venezuela Maduro: Operasi Absolute Resolve

Jakarta, Gotrade News - Presiden Venezuela Nicolás Maduro resmi ditangkap dalam sebuah operasi militer presisi tinggi yang disebut oleh pihak Amerika Serikat sebagai "Operation Absolute Resolve".

Penangkapan yang terjadi pada Sabtu dini hari ini bukan insiden mendadak, melainkan hasil dari perencanaan intelijen berbulan-bulan yang memanfaatkan celah keamanan di tengah kegelapan total ibu kota Caracas.

Bagi pengamat pasar pertahanan dan geopolitik, eksekusi operasi ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam cara AS menangani pemimpin asing yang dianggap sebagai ancaman narko-terorisme.


Key Takeaways

  • Persiapan Matang: Pasukan AS berlatih selama berbulan-bulan menggunakan replika kompleks kepresidenan Maduro, hingga mengetahui detail hewan peliharaannya.
  • Strategi Blackout: Operasi dilakukan dengan mematikan jaringan listrik Caracas untuk memberikan perlindungan taktis bagi tim penyerbu.
  • Penyergapan Kilat: Maduro disergap sebelum sempat mencapai ruang aman (safe room) berlapis baja di kediamannya.

Baca Juga: Venezuela Terbuka Lagi, Raksasa Migas Barat Siap Berebut Harta Karun Gas

Intelijen dan Latihan Replika

Menurut laporan AP News, operasi ini dirancang dengan tingkat detail yang ekstrem, di mana intelijen AS telah memantau kebiasaan makan hingga jadwal harian Maduro.

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyebutkan bahwa pasukan khusus telah berlatih sejak awal Desember, bukan hanya untuk memastikan keberhasilan, tetapi untuk menihilkan kesalahan.

Presiden Trump, dalam wawancaranya dengan Fox Corporation melalui program "Fox & Friends Weekend", mengungkapkan bahwa pasukan AS bahkan membangun replika rumah yang identik dengan kediaman Maduro untuk latihan simulasi.

Pasukan tersebut juga dilengkapi dengan alat pemotong baja berat (massive blowtorches) untuk mengantisipasi jika mereka harus menembus dinding ruang penyelamatan diri.

Eksekusi di Tengah Kegelapan

Faktor cuaca menjadi penentu utama, di mana pasukan AS menunggu selama empat hari hingga tutupan awan cukup tebal untuk menyamarkan pergerakan udara.

Pada malam eksekusi, lampu-lampu di Caracas dilaporkan padam total, sebuah kondisi yang diklaim Trump disebabkan oleh "keahlian tertentu" yang dimiliki AS, mengindikasikan adanya penggunaan strategi siber atau elektronik.

Helikopter AS terbang rendah di atas permukaan air untuk menghindari radar sebelum mendarat dan melakukan serangan yang berlangsung kurang dari 30 menit.

Kegagalan Mencapai Ruang Aman

Meskipun memiliki fasilitas perlindungan tingkat tinggi, kecepatan operasi membuat Maduro tidak berkutik.

Trump menjelaskan bahwa Maduro mencoba melarikan diri ke ruang aman (safe room) miliknya, namun ia disergap (bum-rushed) dengan sangat cepat sebelum pintu baja sempat tertutup.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menyebut tindakan ini sebagai serangan brutal yang menyebabkan korban jiwa di pihak militer dan sipil Venezuela, meskipun Trump mengklaim tidak ada korban tewas dari pihak AS.

Ekstradisi ke New York

Setelah diamankan, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju kapal perang AS yang bersiaga di lepas pantai.

Dari sana, mereka dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba, di mana sebuah video menunjukkan Maduro dikawal oleh agen DEA.

Baca Juga: Kenapa AS Menangkap Presiden Venezuela? Ini Detail Dakwaannya

Operasi ini menjadi puncak dari serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang diduga penyelundup narkoba di Laut Karibia sejak September lalu.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more