Buffett Akhirnya Beli Saham Google Senilai $4.3 Miliar

Berkshire Hathaway milik Warren Buffett borong 17.8 juta saham Alphabet (Google). Ini akan menambah $15 juta cuan dividen tahunan jelang ia pensiun.

Buffett Akhirnya Beli Saham Google Senilai $4.3 Miliar

Jakarta, Gotrade NewsBerkshire Hathaway (NYSE: BRK.B), perusahaan yang dipimpin oleh investor legendaris Warren Buffett, baru saja mengungkap langkah investasi terbarunya. Dalam sebuah pengajuan peraturan, perusahaan ini melaporkan telah membeli 17.8 juta lembar saham Alphabet (NASDAQ: GOOGL) pada kuartal ketiga.

Menurut laporan Business Insider, nilai kepemilikan baru ini mencapai $4.3 miliar per 30 September.

Langkah ini dianggap mengejutkan karena beberapa alasan. Pertama, Warren Buffett yang kini berusia 95 tahun, akan segera mundur dari jabatannya sebagai CEO. Kedua, Buffett secara historis terkenal menghindari saham teknologi. Ia lebih memilih untuk tetap berada dalam "lingkaran kompetensi" atau industri yang ia pahami secara mendalam, seperti asuransi dan perbankan.

Alphabet, sebagai induk perusahaan Google dan YouTube, adalah raksasa teknologi dengan kapitalisasi pasar $3.4 triliun, seperti yang dicatat oleh Business Insider. Sahamnya telah melonjak 46% tahun ini, sebagian besar didorong oleh booming Artificial Intelligence (AI).

Buffett sendiri pernah menyatakan penyesalannya karena melewatkan Google di masa lalu. Business Insider menyebutkan ada kemungkinan pembelian ini diinisiasi oleh salah satu dari dua manajer investasi kepercayaannya, Todd Combs atau Ted Weschler.

Cuan Dividen Baru untuk Buffett

Investasi baru di Alphabet (NASDAQ: GOOGL) ini dipastikan akan menambah aliran pendapatan pasif bagi Berkshire Hathaway. Alphabet memiliki program dividen yang mapan bagi pemegang sahamnya.

Dengan kepemilikan 17.85 juta saham, Berkshire Hathaway (NYSE: BRK.B) diperkirakan akan menerima sekitar $3.75 juta setiap kuartal, menurut analisis Finbold. Angka ini setara dengan total $15 juta per tahun.

Finbold melaporkan bahwa Alphabet membayar dividen kuartalan sebesar $0.21 per saham. Pembayaran dividen berikutnya dijadwalkan pada 15 Desember 2025.

Bagi Berkshire, aliran dividen ini menjadi sumber pendapatan baru yang dapat diandalkan. Ini sejalan dengan fokus portofolio perusahaan yang semakin bergeser ke bisnis-bisnis penghasil uang tunai dengan keunggulan kompetitif yang tahan lama.

Tumpukan Uang Tunai dan Arah Investasi Berkshire

Meskipun pembelian saham Alphabet terbilang besar, laporan kuartal ketiga Berkshire menunjukkan gambaran yang lebih luas. Selama periode tersebut, Berkshire ternyata lebih banyak menjual saham daripada membeli.

Business Insider melaporkan bahwa perusahaan Buffett menghabiskan $6.4 miliar untuk membeli saham (termasuk Alphabet), namun menjual saham senilai $12.5 miliar. Ini menandai kuartal ke-12 berturut-turut di mana Berkshire menjadi net seller atau lebih banyak menjual aset.

Perusahaan ini juga tercatat mengurangi beberapa posisi terbesarnya. Laporan tersebut menunjukkan Berkshire memangkas kepemilikan saham Apple (NASDAQ: AAPL) sebesar 15% dan saham Bank of America (NYSE: BAC) sebesar 6%.

Akibat penjualan bersih ini, tumpukan uang tunai Berkshire kembali mencetak rekor baru. Per 30 September, total uang tunai dan setara kas perusahaan mencapai $381.7 miliar, seperti dilaporkan Finbold.

Buffett sebelumnya mengeluh kesulitan menemukan kesepakatan investasi yang menarik di pasar saat ini, di tengah valuasi saham yang tinggi. Kini, salah satu tugas terbesar bagi penggantinya, Greg Abel, adalah memutuskan bagaimana memanfaatkan tumpukan uang tunai raksasa tersebut.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more