BofA: AI Baru Setengah Jalan, Ini 6 Saham Chip Pilihan 2026

Bank of America menepis narasi bubble AI dan menyebut 2026 baru pertengahan siklus. Simak 6 saham semikonduktor unggulan yang diprediksi akan untung besar.

BofA: AI Baru Setengah Jalan, Ini 6 Saham Chip Pilihan 2026

Jakarta, Gotrade News - Narasi tentang ledakan gelembung atau bubble kecerdasan buatan (AI) tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat menurut pandangan institusi keuangan global. Bank of America (BofA) justru melihat tahun 2026 sebagai titik tengah dari siklus evolusi teknologi ini, bukan akhir dari tren.

Riset terbaru BofA menilai pasar AI saat ini baru berjalan separuh dari siklus evolusi 8 hingga 10 tahun. Hal ini didorong oleh belanja modal infrastruktur data center yang diproyeksikan mencapai US$1,2 triliun pada tahun 2030.


Key Takeaways

  • BofA menyebut tahun 2026 baru menandai pertengahan dari siklus evolusi AI jangka panjang.
  • Belanja modal (capex) untuk infrastruktur AI diprediksi tetap deras dan bersifat mission critical.
  • Enam saham chip dinilai memiliki posisi strategis, termasuk pemain peralatan dan desain.

Menurut BofA, peluang terbesar saat ini ada pada perusahaan large-cap yang memimpin sektornya masing-masing. Mereka menyoroti enam nama utama, di mana NVIDIA Corporation tetap dianggap sebagai pemimpin industri yang tak terbantahkan dengan valuasi yang masih masuk akal dibanding pertumbuhannya.

Peluang di Luar Nvidia

Selain Nvidia, analis BofA memberikan sorotan khusus pada Broadcom Inc. karena profitabilitasnya yang tinggi di antara produsen semikonduktor. Bank tersebut bahkan memprediksi harga saham Broadcom bisa menyentuh level US$500 tahun depan berkat arus kas bebas yang impresif.

Sektor peralatan pendukung manufaktur chip juga menjadi fokus utama dalam tesis investasi ini. Lam Research Corporation dan KLA Corporation dinilai berada di posisi strategis karena pabrik chip sangat bergantung pada mesin produksi buatan mereka.

BofA mencatat bahwa KLA memiliki salah satu margin keuntungan paling stabil di industri, yang menjustifikasi valuasi premiumnya. Sementara itu, Lam Research tetap menjadi pemain kunci meski ada risiko jangka pendek terkait tarif dan inflasi.

Diversifikasi ke Desain dan Industri

Untuk segmen Electronic Design Automation (EDA), BofA menjagokan Cadence Design Systems, Inc. sebagai pilihan utama. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko ketegangan perdagangan dengan China yang bisa memengaruhi segmen ini.

Di sisi lain, Analog Devices, Inc. masuk dalam daftar berkat arus kas yang kuat meski menghadapi tantangan ekonomi makro. Perlambatan di sektor otomotif dan industri bisa menjadi risiko bagi permintaan chip berkinerja tinggi mereka.

BofA menegaskan bahwa pasar sering kali meremehkan sifat investasi infrastruktur AI yang bersifat ofensif sekaligus defensif bagi perusahaan teknologi besar. Momentum pembangunan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga paruh kedua dekade ini.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more