Analisis Saham Salesforce (CRM) Hari Ini
Ditulis oleh Aries Yuangga
Ringkasan
Salesforce (NYSE: CRM) sedang menjalani fase transisi besar: dari “high-growth SaaS” menjadi mesin margin & cash-flow jangka panjang. Perubahan ini berisik dan penuh hambatan, sehingga harga saham jatuh lebih dalam dibanding sektor teknologi.
Namun justru di sinilah peluangnya.
Poin utama:
- CRM mulai underperform Nasdaq sejak pertengahan 2025, dipicu:
- Cash flow Q1 yang lemah,
- GAAP margin FY26 yang lebih rendah dari ekspektasi,
- Akuisisi Informatica (INFA) yang mengejutkan pasar.
- Tapi fundamental di balik layar justru membaik:
- Gross margin tertinggi di industri dan terus naik.
- Skala makin besar → fixed costs makin kecil → potensi ekspansi margin GAAP besar.
- Stock-Based Compensation (SBC) turun ke ~8% revenue, tren positif.
- Valuasi sekarang mengasumsikan margin GAAP flat selamanya, padahal runway margin CRM masih panjang.
- INFA akan menekan GAAP EPS jangka pendek, tetapi memperbesar skala data, integrasi, dan AI-stacks Salesforce untuk jangka panjang.
Thesis: CRM bukan lagi saham momentum. Ini adalah saham value berkualitas tinggi dengan potensi GAAP earnings tumbuh lebih cepat dari revenue.
Rating: BUY (Akumulasi Sabar).
Technical Analysis

Harga Saat Ini: ~US$227.88
Level-Level Penting
Resistance Utama
- US$276.21 → resistance besar area range top
- US$296.55 → level supply kuat; potensi target setelah sentiment recovery
Zona Akumulasi (Buy Zone)
Dari chart:
- US$218.01 → batas atas demand zone
- US$212.00 → batas bawah demand zone
Kenapa penting?
- Area reaksi buyer kuat di masa lalu
- Area overshoot saat selling panic
- Risk–reward sangat menarik untuk investor jangka menengah–panjang
Invalidation
- Weekly close < US$210 → struktur bullish jangka menengah patah → tunggu base baru
Read
CRM sedang dalam fase re-rating bearish setelah akuisisi INFA dan revisi margin FY26.Namun area 218–212 adalah zona teknikal solid—tempat yang ideal untuk akumulasi perlahan.Selama harga bertahan di atas 212, struktur jangka panjang tetap bullish, dengan target recovery ke 270–295 saat sentiment stabil.
Trading Setup
DCA Plan (Investor Jangka Panjang)
- 35% size: US$228–222 (entry awal)
- 40% size: US$222–218 (zona akumulasi utama)
- 25% size: US$218–212 (bid agresif saat flush)
→ Rata-rata biaya dalam skenario full-fill: US$220–223.
Risk Management
Untuk Trader (Swing / Leverage)
Keluar atau kurangi posisi jika:
- Daily close < US$212, atau
- Weekly close < US$210 (konfirmasi breakdown struktural)
Untuk Investor Jangka Panjang (3–5 Tahun+)
Gunakan fundamental stop, bukan stop harga.
Thesis hanya rusak jika:
- Margin GAAP gagal naik 2–3 tahun ke depan
- SBC naik kembali ke level tinggi
- Integrasi INFA gagal total
- Manajemen kembali agresif melakukan M&A yang dilutif
Take Profit Levels
- TP1: US$270–276 → lock 20–30% profit
- TP2: US$295–300 → resistance besar, tempat profit-taking lanjutan
- Stretch Target: US$320+ → jika ekspansi margin GAAP berjalan mulus dan pasar re-rate CRM
Options / Income Ideas (Opsional)
- Sell CSP di US$220 / 215 (30–45 hari) → dibayar untuk menunggu masuk buy zone
- Jika assigned → jual covered calls di US$290–310 untuk memonetisasi volatilitas
Why The Thesis Works (Pillars)
1️⃣ Margin Expansion: Mesin Utama yang Belum Dihargai Market
CRM memiliki:
- Gross margin tertinggi di sektor software
- Fixed cost menurun seiring skala tumbuh
- Masih banyak ruang ekspansi margin GAAP
EPS bisa tumbuh lebih cepat dari revenue, dan inilah katalis rerating terbesar.
2️⃣ SBC & Non-GAAP Adjustments Mulai Turun
- SBC turun ke ~8% revenue dan boleh turun lebih jauh
- Non-GAAP → GAAP gap makin kecil
- GAAP EPS akan mulai “meledak” dalam 2–3 tahun
Pasar sangat menghargai perusahaan yang kualitas earning-nya membaik.
3️⃣ Akuisisi Informatica: Jangka Pendek Sakit, Jangka Panjang Skala Besar
Jangka pendek:
- Amortisasi tinggi
- Beban restrukturisasi
- EPS GAAP ditekan
Jangka panjang:
- Integrasi data lebih kuat
- Cross-sell CRM + INFA lebih luas
- Potensi merampingkan SBC dan biaya operasional
Pasar hanya melihat pain jangka pendek, belum menghargai gain jangka panjang.
4️⃣ Valuasi Murah vs Peers
Dengan P/E GAAP ~20–21x dan revenue growth ~8–9%, CRM dihargai:
- Sama dengan peers,
- Padahal punya gross margin tertinggi,
- Dan runway margin yang paling panjang.
Jika margin naik sedikit saja → EPS bisa lompat jauh tanpa butuh revenue hypergrowth.
5️⃣ Cash Flow Engine Masih Sehat
Meskipun Q1 mengecewakan:
- Guidance full-year cash flow dinaikkan (10.5% → 12.5%)
- Buyback meningkat 2 kuartal terakhir
FCF tetap menjadi fondasi kuat thesis jangka panjang.
Valuation & Scenarios (High Level)
Base Case (3–5 Tahun)
- Revenue CAGR 8–9%
- Ekspansi margin GAAP stabil
- EPS CAGR mid-teens
- Multiple kembali ke 22–24x
→ Target harga US$280–300
Bull Case
- Integrasi INFA lancar
- Agentforce & data cloud melesat
- Margin GAAP naik cepat
EPS CAGR bisa high-teens → 20%+, multiple 25–27x
→ Target US$320–340+
Bear Case
- Integrasi lombat-lambat
- Revenue melambat ke low-single-digits
- Margin gagal expand
Multiple turun 16–18x
→ Downside US$190–205
Risks
- Integrasi INFA gagal atau lebih mahal dari ekspektasi
- Slowdown permintaan enterprise software
- Kompetisi dari MSFT/ORCL/AI SaaS
- M&A agresif & dilutif kembali terjadi
- GAAP EPS tertekan lebih lama dari yang diperkirakan
Risiko-risiko ini bisa memperlambat rerating, tapi tidak menghancurkan thesis.
Kesimpulan
CRM sedang berada dalam fase transformasi besar:
- Investor growth sudah keluar,
- Investor value mulai masuk,
- Market hanya melihat masalah jangka pendek,
- Padahal margin engine sedang terbentuk di bawah permukaan.
Ini adalah saham berkualitas tinggi yang sedang disalah-hargai.
Verdict: BUY (untuk investor sabar).
- Akumulasi US$218–212,
- Target US$270–300,
- Target lanjutan US$320+ jika margin GAAP ikut naik.
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.