Analisis Saham Robinhood Markets, Inc. (HOOD) Hari Ini
Ditulis oleh Aries Yuangga
Ringkasan
Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD) sekarang sudah bukan cuma meme-broker waktu pandemi.
Secara fundamental mereka sudah berubah jadi mesin cash flow dengan margin super tebal, plus baru saja mengumumkan ekspansi besar ke Indonesia.
Poin utama:
- Market cap sudah tembus ~US$122 miliar dengan P/E TTM ~56,6x dan P/S ~29,6x → valuasi premium growth.
- Pendapatan 2024 ~US$2,95 miliar, TTM revenue ~US$4,23 miliar dengan net income TTM ~US$2,19 miliar → net margin sekitar 43%+.
- Q3 2025: revenue US$1,28 miliar (+28,6% QoQ) dengan laba bersih ~US$556 juta dan EPS US$0,61 (beat ~13% atas konsensus).
- Revenue sangat ditopang options & crypto trading, plus margin interest dan interest dari cash balances.
- Berita besar: masuk Indonesia lewat akuisisi Buana Capital Sekuritas dan Pedagang Aset Kripto → akses cepat ke >19 juta peserta pasar modal dan ~17 juta trader kripto lokal.
- Tidak ada dividen, semua profit difokuskan ke growth & ekspansi.
📌 Rating pribadi: BUY (Growth Fintech + Crypto Leverage + Indonesia Optionality, tapi high beta & high valuation).
Cocok buat investor yang siap dengan volatilitas tinggi dan ingin exposure ke siklus retail trading + crypto global.
Fundamental Inti
Key Facts
- Market cap: ~US$122,0 miliar
- P/E TTM: ~56,64x
- P/S TTM: ~29,63x
- EPS TTM: ~US$2,48 per saham
- Employees: ~2,3K
- Dividen: 0 (no dividend, tidak ada rencana dekat ini)
- Free float: ~758 juta saham (96,5%)
Profitabilitas dan Kualitas
Dari halaman statistik & statements:
- TTM Revenue: ~US$4,23 miliar
- TTM Net income: ~US$2,19 miliar → Net margin ~43%
- Operating margin: ~59%
- EBITDA margin: ~52%
- ROA: ~5%
- ROE: ~27%
- ROIC: ~27%
Untuk ukuran broker/fintech, margin ini gila tebal. Artinya model bisnis sangat asset-light: biaya tetap teknologi & compliance, tapi setiap tambahan volume trading hampir langsung jadi profit.
Balance Sheet & Valuasi
- Debt: ~US$19,4 miliar
- Cash & equivalents: ~US$4,47 miliar
- Enterprise value (EV): ~US$136,97 miliar
- Debt to assets: ~0,47
- Debt to equity: ~2,77x
- EV / EBITDA: ~63x
Secara leverage, untuk perusahaan keuangan level broker, angka ini masih bisa diterima, tapi dipadukan dengan valuasi EV/EBITDA 60++x membuat HOOD jelas kategori high expectation growth stock.
Earnings Pattern
Dari tabel quarterly:
- Q3 2025
- Revenue: ~US$1,28 miliar
- Net income: US$556 juta
- EPS basic: US$0,61 vs est US$0,54 → beat ~13,4%
- Pertumbuhan YoY di sepanjang 2024–2025 sangat agresif:
- Laba bersih melonjak multi-fold (growth YoY beberapa kuartal ratusan %).
- EBITDA & EBIT TTM >US$2 miliar.
Guidance & Konsensus Ke Depan
- Next report: sekitar Feb 18, 2026 (Q4 2025).
- Estimasi Q4 2025:
- EPS: US$0,58
- Revenue: US$1,33 miliar
- Konsensus memproyeksikan revenue tetap di atas US$1,2–1,4 miliar per kuartal ke depan, dengan EPS stabil di US$0,5–0,6.
Artinya street melihat HOOD sudah masuk fase “profitable growth”, bukan lagi “cash-burning app”.
Revenue Breakdown: Mesin Uang Robinhood
Total revenue 2024: ~US$2,95 miliar (naik dari ~US$1,86 miliar tahun sebelumnya).Komposisi 2024 (kurang lebih):
- Options: ~US$760 juta (dari 505M di 2023).
- Cryptocurrencies: ~US$626 juta (meledak dari 135M di 2023).
- Margin interest: ~US$319 juta.
- Interest on segregated cash & deposits: ~US$261 juta.
- Interest on corporate cash & investments: ~US$256 juta.
- Cash sweep: ~US$179 juta.
- Equities trading: ~US$177 juta.
- Gold subscription: ~US$109 juta.
- Securities lending: ~US$94 juta.
- Other: ~US$170 juta.
Semua revenue masih datang dari United States (100% by country), sehingga ekspansi internasional (Indonesia) adalah growth leg baru.
Street View
Dari halaman forecasts:
- Price target rata-rata: ~US$155,10
- High: ~US$180
- Low: ~US$86
- Dari 23 analis:
- Strong Buy: 15
- Buy: 2
- Hold: 4
- Sell: 0
- Strong Sell: 1
Secara konsensus, HOOD adalah “BUY dengan upside sekitar 14–15% dari harga sekarang (~US$135–136)”, tapi dengan rentang target cukup lebar (86–180) → menggambarkan ketidakpastian siklus market & regulasi.
Berita Terbaru: Crypto Boom dan Indonesia
1️⃣ Q3 2025: Transaction Revenue +129%, Crypto +300%
- TradingView news mencatat:
- Transaction revenue Q3 naik 129%, ditopang:
- Crypto revenue melonjak 300%, total ~US$268 juta.
- Ini terjadi saat trader kripto mencari platform yang dianggap lebih aman & regulated.
- Transaction revenue Q3 naik 129%, ditopang:
- Ini menjadikan Robinhood sebagai salah satu pure-play pemenang siklus bull crypto.
2️⃣ Ekspansi ke Indonesia
- Robinhood akan:
- Mengakuisisi Buana Capital Sekuritas (broker lokal).
- Mengakuisisi Pedagang Aset Kripto.
- Deal diharapkan close H1 2026.
- Indonesia:
- 19 juta peserta pasar modal.
- ~17 juta trader kripto.
- Mayoritas owner lokal, Pieter Tanuri, tetap sebagai strategic adviser.
- Indonesia dipandang Robinhood sebagai:
- Pasar retail trading muda yang sangat aktif.
- Product-market fit kuat dengan DNA Robinhood: akses mudah ke saham & kripto.
Buat investor Indonesia (kayak kita), ini double optionality:
HOOD dapat upside dari global, dan kita dapet efek spillover ke market lokal (kompetisi, inovasi, kemungkinan kolaborasi dengan ekosistem lokal).
Analisis Teknikal

Harga Saat Ini: ~US$135,7
Level-Level Penting
Resistance / Target Atas
- US$135–138 → area konsolidasi sekarang, resistance minor.
- US$153,91 → resistance utama / target swing pertama (upper range high sebelumnya).
- Di atas itu, ruang ke:
- US$170–180 → sejalan dengan konsensus high price target & continuation dari trend naik sejak pertengahan 2025.
Buy Accumulation Zone (sesuai chart)
- US$114,33 → batas atas zona akumulasi (dekat support horizontal + garis tren naik).
- US$102,10 → ujung bawah Accumulation Buy Zone yang diandai.
- Di area ini juga lewat trendline support yang ditarik dari swing low Juli 2025.
Bacaan Teknis Singkat
- Struktur medium-term masih higher high hingga higher low sejak Juli 2025.
- Setelah rally tajam, HOOD sudah pullback satu kali dan sekarang retest area mid-range sekitar 135.
- Skenario ideal pada gambar:
- Dari area 135 ada penurunan bertahap ke Accumulation Zone 114–102.
- Terbentuk pola W bottom di area tersebut.
- Break up kembali untuk menguji 153,9 dan potensi lanjut ke 170+.
Invalidation Teknis
- Weekly close < US$100 (turun tembus bawah 102 & patah trendline) → sinyal kuat bahwa struktur bullish jangka menengah rusak; lebih aman parkir dulu & tunggu base baru.
Trading Setup
1️⃣ DCA Plan (Investor 1–3 Tahun)
Fokus buat yang mau menjadikan HOOD sebagai core growth holding di sektor neo-broker/crypto:
- 30% size: di area US$130–135
- Buy on shallow pullback dari harga sekarang, tapi jangan all-in di sini karena risk of deeper pullback.
- 40% size: di US$114,3 – 110
- Zona akumulasi utama, dekat bagian atas Accumulation Zone.
- 30% size: di US$110 – 102,1
- Deep buy zone kalau market kasih diskon ekstra / panic sell (misal news regulasi/crypto correction).
👉 Estimasi average cost kalau semua keisi: sekitar US$115–118.
Dengan average cost segitu:
- Upside ke TP1 (153–155) → +30–35%.
- Upside ke US$170–180 (bull case) → +45–55%.
Cocok buat horizon 1–3 tahun, dengan asumsi:
- Siklus crypto masih konstruktif.
- Ekspansi Indonesia + produk baru berjalan baik.
- Regulasi tidak menghantam model bisnis HOOD terlalu keras.
2️⃣ Swing Setup (2–6 Bulan)
Ide: main di struktur W-bottom & breakout ke range high.
- Entry 1 (konservatif):
- Tunggu harga masuk ke US$114–110 dan ada konfirmasi rejeksi (wick panjang bawah, volume naik, atau struktur higher low di 4H).
- Entry 2 (agresif / scale in):
- Tambah size kalau harga turun ke US$110–102 dan masih memegang trendline support.
Stop Loss Teknis:
- Konservatif: daily close tegas di bawah US$105.
- Agresif: weekly close di bawah US$100 (sekalian invalidasi struktur).
TP Levels:
- TP1: US$153–155
- Ambil 40–50% posisi, lock profit, geser SL minimal ke BE.
- TP2: US$170–180
- Exit sebagian besar posisi; sisakan kecil kalau ingin riding trend jangka panjang.
Risk-reward dari entry di 114–110 dengan SL 100 dan TP1 155 sudah >2:1, TP2 bisa 3–4:1.
Why The Thesis Works (Pillars)
1️⃣ Brand Kuat di Retail plus Product Stack Lengkap
- Robinhood adalah salah satu brand paling kuat di retail investor muda AS:
- UI super simple, free trading, akses ke stocks, options, crypto, margin, gold subscription dalam satu app.
- Friksi masuk rendah → user cenderung aktif trading, menghasilkan:
- Transaction revenues tinggi (options & crypto).
- Interest revenues dari cash & margin.
Ini menciptakan network effect: semakin banyak user, semakin besar order flow & balances → naikkan daya tawar ke market makers dan tingkatkan interest income.
2️⃣ Profitability Sudah “Mode Dewasa”, Bukan Lagi Start-up Rugi
- TTM net margin 43%+, operating margin ~59%, ROE ~27%.
- Artinya HOOD sudah bukan growth tanpa profit; ini sudah quality profit machine.
- Dengan biaya operasional yang relatif terkendali, setiap siklus bull di:
- Crypto,
- Options trading,
- Equity rally, akan langsung leverage ke bottom line.
3️⃣ Crypto as Turbocharger
- Q3: transaction revenue +129%, crypto revenue +300% (US$268 juta).
- Di siklus bull crypto, HOOD jadi picks-and-shovels:
- Tidak perlu nebak coin mana yang moon, cukup ambil fee & spread dari semua aktivitas trading.
- Saat retail global cari platform regulated, HOOD diuntungkan oleh statusnya sebagai broker & crypto platform teregulasi di AS.
4️⃣ Indonesia = Growth Leg Baru yang “On Brand”
- Indonesia:
- Populasi muda,
- Penetrasi mobile tinggi,
- 19M peserta pasar modal & ~17M trader kripto.
- Robinhood masuk bukan dari nol:
- Beli broker & pedagang kripto yang sudah punya lisensi.
- Menjaga owner lokal (Pieter Tanuri) sebagai advisor → mengurangi risiko eksekusi & politik.
- Narasi: “Demokratisasi finansial” yang selama ini jadi tagline Robinhood nyambung dengan kondisi Indonesia:
- Banyak retail investor baru,
- Kebutuhan edukasi & akses mudah ke pasar global.
Jika dieksekusi bagus, Indonesia bisa jadi template ekspansi ke negara emerging market lain (misalnya Filipina, Vietnam, India, dsb).
5️⃣ Operating Leverage dan Optionality Produk
Dari revenue mix, kita sudah lihat:
- Transaction based (options, equities, crypto).
- Interest based (margin, cash sweep, segregated balances).
- Subscription (Gold).
- Securities lending & others.
Artinya ke depan HOOD masih punya banyak jalan:
- Menambah fitur/instrumen baru di atas base user yang sama.
- Meningkatkan monetisasi per user tanpa perlu growth user gila-gilaaan.
Risiko
1️⃣ Valuasi Sangat Mahal
- P/E ~56,6x, P/S ~29,6x, EV/EBITDA ~63x.
- Kalau growth melambat sedikit saja, re-rating bisa bikin harga saham koreksi tajam.
2️⃣ Highly Cyclical ke Risk-On Market dan Crypto
- Pendapatan sangat sensitif pada:
- Volume trading,
- Volatilitas market,
- Sentimen retail.
- Di periode bear market / low vol, revenue bisa turun cepat.
3️⃣ Regulasi
- Isu klasik: payment for order flow, leverage/option ke retail, regulasi kripto.
- Perubahan aturan SEC atau regulator kripto dapat:
- Mengurangi profit per trade,
- Memaksa perubahan model bisnis,
- Menambah biaya compliance.
4️⃣ Konsentrasi Geografis dan Integrasi Indonesia
- Saat ini revenue 100% dari AS.
- Ekspansi Indonesia:
- Butuh integrasi regulasi, budaya, dan kompetisi lokal (dari sekuritas & crypto exchanges yang sudah mapan).
- Risiko execution: UI/UX, pricing, edukasi, dan kepercayaan user.
5️⃣ Leverage dan Struktur Keuangan
- Debt to equity ~2,77x; walaupun common untuk entitas keuangan, tetap menambah sensitivitas terhadap shock market/excessive drawdown.
Untuk sizing, HOOD lebih cocok jadi posisi growth/beta tinggi dalam portofolio, bukan “saham tidur” besar seperti bank konservatif.
Valuasi dan Skenario (High Level)
Base Case (12–24 Bulan)
- Market tetap konstruktif (tanpa crash besar).
- Crypto cycle tidak terlalu ekstrem, tapi volume tetap tinggi.
- Revenue per kuartal di kisaran US$1,2–1,4 miliar, net margin tetap >30%.
- Ekspansi Indonesia on-track tapi belum kontribusi besar ke angka.
➡️ Target harga:
Range US$150–160 (dekat konsensus PT + sedikit premium kalau risiko kripto dianggap manageable).
Bull Case
- Crypto bull berlanjut (BTC/alt season panjang) → transaction revenue & crypto revenue naik tajam lagi.
- Produk lain (options, interest, subscription) tetap naik stabil.
- Market mengharga HOOD sebagai category winner global untuk retail trading modern + sukses awal di Indonesia.
➡️ Potensi harga:
US$170–180+ dalam 1–2 tahun.
Bear Case
- Koreksi besar di crypto & US equities → volume trading anjlok.
- Regulasi baru membatasi monetisasi (PFOF, leverage ke retail, kripto).
- Ekspansi Indonesia tersendat (delay regulasi, kompetisi lokal, isu trust).
➡️ Downside:
- Harga turun kembali ke US$90–100 (mengisi gap & test major support + level invalidasi teknikal).
- Di area ini, risk-reward untuk long jangka panjang justru semakin menarik, tapi drawdown bisa menyakitkan.
Kesimpulan
Robinhood (HOOD) hari ini adalah kombinasi:
- Neo-broker hyper-growth dengan margin yang sudah matang (net margin 40%+).
- Crypto turbocharger yang bikin earnings bisa meledak saat siklus bull.
- Ekspansi Indonesia yang memberikan optionality besar di emerging market dengan retail investor super aktif.
- Tapi semua itu datang dengan harga: valuasi premium dan volatilitas tinggi.
Dari sisi chart, kita sudah membangun Buy Accumulation Zone yang rapi di 114–102 dengan invalidasi jelas di bawah 100.
Selama struktur higher-low ini dijaga, setup swing dan DCA 1–3 tahun menurutku menarik untuk yang sanggup menahan roller-coaster price action-nya.
📌 Verdict: BUY (Growth Fintech + Crypto & Indonesia Optionality, High Beta)
📌 Akumulasi: US$130–135 → 114–110 → 110–102
📌 Target: TP1 153–155 → TP2 170–180 (bull case 1–2 tahun)
📌 Stop / Invalidation: Weekly close < US$100
Disclaimer:
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.