Amazon Galang Utang $15 Miliar Demi Danai Infrastruktur AI

Raksasa teknologi Amazon kumpulkan $15 miliar dari obligasi untuk mendanai belanja AI, bergabung dengan Meta dan Google dalam perlombaan infrastruktur.

Amazon Galang Utang $15 Miliar Demi Danai Infrastruktur AI

Jakarta, Gotrade News - Raksasa e-commerce Amazon.com Inc. (AMZN) baru saja mengumumkan langkah besar dengan menggalang dana segar sebesar $15 miliar. Ini adalah penjualan obligasi dolar AS pertama mereka dalam tiga tahun terakhir, menurut laporan dari Reuters dan Bloomberg.

Langkah ini bukan sekadar manuver keuangan biasa. Ini adalah sinyal kuat bahwa "perlombaan senjata" di bidang Kecerdasan Buatan (AI) semakin memanas, dan Amazon tidak ingin ketinggalan.

Mengapa Amazon Butuh Uang Tunai Puluhan Miliar Dolar?

Jawaban singkatnya adalah infrastruktur AI. Menurut pernyataan perusahaan yang dikutip Bloomberg, dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk "mendukung investasi bisnis, mendanai belanja modal di masa depan, dan membayar utang yang akan jatuh tempo."

Fokus utamanya adalah capital expenditures (capex) atau belanja modal. Amazon, yang merupakan pemain terbesar di dunia dalam komputasi awan (cloud computing), perlu berinvestasi besar-besaran pada data center dan chip canggih. Infrastruktur ini sangat penting untuk membangun dan menjalankan model AI yang kompleks.

Menurut Bloomberg, analis memperkirakan belanja modal Amazon bisa mencapai $147 miliar tahun depan. Angka ini sekitar tiga kali lipat dari level tahun 2023.

Langkah ini juga menyusul kesepakatan besar Amazon senilai $38 miliar dengan OpenAI. Kesepakatan ini untuk memasok unit cloud Amazon dengan akses ke ratusan ribu unit pemrosesan grafis (GPU) dari Nvidia Corp. (NVDA), seperti yang dilaporkan kedua sumber berita.

Reuters mencatat bahwa langkah ini penting bagi Amazon untuk mengejar ketertinggalan dari pesaingnya seperti Microsoft (MSFT) dan Google di arena AI.

"Perlombaan Utang" Para Raksasa Teknologi

Amazon tidak sendirian dalam perlombaan ini. Perusahaan teknologi besar lainnya juga berbondong-bondong mencari utang untuk mendanai ekspansi AI mereka.

Meta Platforms Inc. (META), induk Facebook, bulan lalu menerbitkan obligasi senilai $30 miliar. Menurut Bloomberg, ini adalah penawaran obligasi korporat terbesar tahun ini.

Sebelumnya, induk Google Alphabet Inc. (GOOGL) menjual utang senilai $25 miliar, sementara Oracle Corp. (ORCL) mengumpulkan $18 miliar.

Gelombang penerbitan utang dari raksasa teknologi ini telah mendorong total penerbitan utang global ke rekor lebih dari $6 triliun tahun ini, catat Bloomberg.

Menurut perkiraan Morgan Stanley (MS) yang dikutip oleh Reuters, perusahaan teknologi besar diperkirakan akan menghabiskan total $400 miliar untuk infrastruktur AI tahun ini saja.

Seberapa Besar Minat Investor?

Penjualan obligasi Amazon ini disambut dengan antusiasme besar dari investor. Pada puncaknya, penawaran ini menarik permintaan sekitar $80 miliar, menurut laporan Bloomberg yang juga dikutip oleh Reuters.

Permintaan yang kuat ini memungkinkan Amazon mendapatkan biaya pinjaman yang lebih murah. Sebagai contoh, untuk obligasi dengan tenor terpanjang yaitu 40 tahun, harganya mengetat dari 1.15 poin persentase di atas imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasuries) menjadi hanya 0.85 poin persentase.

Analis di JPMorgan Chase & Co. (JPM) menulis dalam sebuah catatan yang dilihat Bloomberg bahwa ini adalah waktu yang "tepat" bagi Amazon untuk memasukkan utang ke dalam struktur modalnya demi memperluas fleksibilitas pendanaan.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Read more